Tampilkan postingan dengan label Gawai. Tampilkan semua postingan

 Gawai Dayak adalah sebuah perayaan yang di adakan di Kalimantan dan dilaksanakan oleh suku asli Kalimantan yaitu suku Dayak. Perayaan gawai Dayak tidak hanya di rayakan oleh suku dayak di Indonesia tetapi juga di rayakan oleh suku dayak di Malaysia. Gawai Dayak merupakan satu-satunya peristiwa budaya Dayak yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun oleh suku Dayak,maksud dan tujuan dari perayaan gawai dayak adalah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta (Tuhan) atas panen yang melimpah ruah, sekaligus memohon agar panen berikutnya diberi kelimpahan. Ada sejumlah upacara yang harus dilakukan dalam Gawai Dayak. Upacara adat tersebut menjadi semacam rangkaian prosesi baku yang harus dilewati. Beragam makanan tradisional dan sejumlah sesaji pun tak lupa disiapkan sebagai salah satu unsur penting upacara,minuman tradisional yang terbuat dari bahan alami antara lain yaitu tuak dan arak yang terbuat dari ketan hasil panen selain mengucap syukur kepada tuhan atas hasil perladangan Gawai Dayak bertujuan untuk mengumpulkan saudara saudara mereka yang sibuk dengan perkerjaan sendiri selama satu siklus perladangan untuk saling meneguhkan,memaafkan dan saling membagi pengalaman hidup.

Pada awalnya Gawai Dayak dilaksanakan di rumah betang (rumah panjang) rumah adat suku asli Kalimantan yaitu suku Dayak. Persembahan berbagai makanan dan hasil alam dipersembahkan kepada leluhur untuk hasil panen yang baik,dan diantara salah seorang tetua suku akan membacakan mantra khusus untuk upacara ini dan berlumur darah ayam jantan pada bahan persembahan, setelah upacara ini selesai maka perayaan Gawai Dayak pun secara resmi dibuka.

Gawai dayak kini menjadi hari raya resmi bagi suku dayak, Gawai Dayak mulai diadakan secara besar besaran sejak 25 september 1964 baik di Kalimantan bagian Indonesia maupun Kalimantan di bagian Malaysia,saat ini gawai dayak diselaraskan menjadi perayaan tahun baru dayak tahun baru disini bukan diartikan secara bebas seperti pergantian tahun baru atas penanggalan tapi pergantian tahun atas selesai nya panen padi oleh suku dayak yang jatuh pada tanggal 31 mei meskipun ada juga yang merayakannya lebih awal yaitu pada tanggal 25 april dan adapun yang merayakannya lebih akhir yaitu bulan juni. Gawai Dayak tradisional pada umumnya pelaksanaannya dapat memakan waktu hingga tiga bulan, yaitu biasanya pada Bulan April sampai Juni. Pelaku upacara adat akan mengenakan pakaian tradisional berikut perhiasan tradisional seperti manik orang ulu,bulu burung enggang dan kerajinan perak tradisional. Pesta Gawai Dayak ditutup dan berakhir dengan penurunan pokok ranyai yang digantung.

PERKEMBANGAN GAWAI DAYAK di ZAMAN MODERN

Hingga kini Gawai Dayak bukanlah peristiwa budaya yang murni tradisional, baik dilihat dari tempat pelaksanaan maupun isinya. Seiring perkembangan zaman dan isu kepentingan, kini upacara Gawai Dayak tradisional mengalami beberapa penyesuaian namun tetap mempertahankan unsur-unsur budaya yang penting terutama urutan dan prosesi upacaranya itu sendiri. Bekerja sama dengan pemerintah daerah Gawai Dayak kini hanya digelar selama sepekan dan rutin dilaksanakan pada 20 Mei setiap tahunnya. Nama kegiatan bermuatan kepentingan budaya ini pun sekarang dikenal dengan Pekan Gawai Dayak.

Saat ini di beberapa daerah Kabupaten di Kalimantan bagian Indonesia maupun Kalimantan bagian Malaysia acara syukuran ini telah dimodifikasi dengan tidak menghilangkan nilai-nilai luhur budaya dan diangkat menjadi acara tingkat kabupaten. Selain liputan wilayahnya diperluas, acaranya pun ditambah dengan penampilan berbagai tradisi Dayak yang ada di daerah yang bersangkutan, dan daerah lainnya yang bersedia mengikuti acara tersebut.

Dalam kemasan modern, upacara adat ini dimeriahi oleh berbagai bentuk acara adat,upacara ritual,kesenian tradisional, permainan tradisional,dan pemeran berbagai bentuk kerajinan tradisional. Hingga kini Gawai Dayak masih tetap dilaksanakan dan dipegang teguh oleh generasi suku Dayak di Kalimantan.

Sejarah Gawai Dayak dan Perkembangannya

Posted by : Frater Fransesco Agnes Ranubaya 1 Comment

Pekan Gawai Dayak ke-XXXI tahun 2016 telah resmi dibuka pada 20 Mei 2016 lalu. Agenda budaya tahunan masyarakat Dayak yang merupakan ritual ungkapan syukur atas hasil panen ini dipusatkan di Rumah Radakng, dikemas dengan menampilkan berbagai acara kesenian, adat budaya maupun pameran produk kerajinan khas Dayak. Sebagai salah satu wadah pelestarian budaya, Gawai Dayak juga merupakan event pariwisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Hal ini terbukti dengan antusiasme ribuan masyarakat yang tumpah ruah saat rangkaian acara pembukaan dihelat. Beragam atraksi dan pawai budaya Dayak menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun nasional yang hadir.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, yang juga merupakan Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN). Hadir dalam pembukaan perwakilan Dewan Adat Dayak (DAD) dari berbagai daerah yang ada di Kalbar, maupun dari luar, termasuk perwakilan dari negara Malaysia. Pembukaan Pekan Gawai Dayak ini semakin meriah dengan parade karnaval keliling kota Pontianak. Puluhan kendaraan hias dan ratusan masyarakat yang mengenakan pakaian tradisional turut memeriahkan rangkaian karnaval.

Pekan Gawai Dayak yang pada tahun 2016 ini memasuki tahun ke-31 penyelenggaraannya, akan digelar hingga tanggal 27 Mei 2016. Sejumlah agenda akan digelar memeriahkan kegiatan seni budaya ini, seperti aneka perlombaan permainan tradisional Dayak. Perlombaan tersebut antara lain: lomba menyumpit, pangkak gasing, seni lukis tato, lomba tangkap babi, pahat patung dari bahan kayu, melukis perisai, lukis kanvas, menganyam manik, dan seni lukis tato.

Selain itu, pameran kerajinan tradisional dan kuliner, serta pementasan dan pertunjukan seni, lomba tari, lomba nyanyi lagu Dayak, lomba sastra lisan, peragaan busana, dan lomba busana kreasi anak-anak hingga tingkat dewasa, dipastikan akan memeriahkan Pekan Gawai Dayak XXXI tahun ini. Let's find out more about Dayak Culture on Gawai Dayak!

Sumber: Pontinesia

Pekan Gawai Dayak XXXI Pontianak

Posted by : Frater Fransesco Agnes Ranubaya 1 Comment

- Copyright © DAYAK TALINO - MENEMBUS PERADABAN - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -